Sabtu, 14 Maret 2009

Berhasil dan gagal

Rani sangat tidak puas ketika bulan ini Andi kembali
menjadi juara
pertama lagi. Masalahnya dulu mereka diterima bekerja
di bagian
penjualan bersama-sama. Mereka telah bekerja selama
tujuh bulan.
Tapi sejak empat bulan yang lalu prestasi Andi
tiba-tiba meningkat.
Kini Andi telah empat bulan berturut-turut menjadi
juara karena
hasil penjualannya paling tinggi. Sungguh, Rani sangat
kesal.
Motivasinya menurun karena merasa tak mungkin
mengalahkan Andi.
Untuk apa bersusah payah menjual kalau selalu Andi
yang menang? Ia
kehilangan harapan. Ia merasa apapun yang dilakukannya
pasti gagal.

Iman juga merasa kesal melihat Andi menang terus. Ia
merasa gagal.
Iman lalu mencari apa penyebab keberhasilan Andi. Ia
ingin
mempelajarinya. Ternyata Andi bisa menelepon minimal
dua puluh tujuh
orang perhari, sedangkan Iman hanya sempat menelepon
dua belas
orang. Catatan data pelanggan yang dimiliki Andi
sangat lengkap.
Andi tahu kapan si A pulang dari luar negeri, kapan si
B tiba di
kantor, dan sebagainya.

Andi selalu siap membantu setiap calon pelanggan
meskipun mereka
terkadang merepotkan. Rupanya Andi sangat serius dalam
bekerja. Ia
tidak pernah menyia-nyiakan waktu. Dari hasil
analisanya, Iman
mencoba memperbaiki dirinya dalam bekerja. Pelan tapi
pasti,
prestasi Iman mulai menunjukkan peningkatan. Iman
memperoleh hasil
dari usahanya.

Deffi yang bekerja di perusahaan lain juga memiliki
prestasi
penjualan yang bagus. Ia hampir selalu mencapai hasil
tertinggi
setiap bulan.

Anehnya rekan-rekan kerjanya kurang menyukainya.
Selidik punya
selidik, rupanya mereka melihat atasannya sangat
menyukai Deffi.
Jelas dong, hasil penjualannya paling tinggi. Tapi
semua rekan
kerjanya menjadi iri hati. Ketika Deffi akan diangkat
menjadi
supervisor, hampir semua orang menentang. Alasannya
karena mereka
tidak menyukai Deffi. Tapi untunglah atasannya cukup
bijaksana, ia
tetap mempromosikan Deffi, tapi ia juga menasehati
Deffi untuk
membagikan ilmunya pada yang lain. Deffi dengan senang
hati
membagikan semua yang diketahuinya.

Hasil perjuangan

Setahun kemudian, Deffi dan rekan-rekannya menjadi tim
penjualan
yang paling berprestasi di perusahaan.

Sayangnya Rani tidak dapat memetik manfaat dari
keberhasilan Andi.
Ia lupa bahwa keberhasilan Andi yang gemilang dibangun
dari
perjuangannya tiap hari yang tidak selalu mulus.
Kadang-kadang
gagal, kadang-kadang berhasil, kadang-kadang kesal,
kadang-kadang
gembira. Bagi Andi, itulah hidup. Yang penting baginya
adalah tidak
pernah berhenti belajar, baik dari keberhasilan maupun
dari
kegagalan.

Paul Galvin, pendiri Motorola, pernah mengatakan: "
Jangan takut
terhadap kesalahan. Kebijaksanaan biasanya lahir dari
kesalahan".
Rani lupa bahwa semua manusia pasti pernah melakukan
kesalahan dan
mengalami kegagalan. Begitu juga Andi dan Iman.
Bedanya hanyalah,
Andi dan Iman memanfaatkan kesalahan dan kegagalan itu
untuk belajar
menjadi lebih baik, sedangkan Rani malah iri, kesal
pada diri
sendiri dan berhenti berusaha.

Ketika Elvis Presley mengadakan show Opry pertamanya
pada 1954, Jim
Denny, manajer Grand Ole Opry berkata padanya: "Kamu
takkan berhasil
menjadi penyanyi...Kamu harus kembali menjadi sopir
truk!" Apa yang
sebenarnya terjadi pada waktu itu? Jim Denny bukan
orang bodoh. Ia
manajer Grand Ole Opry. Ia berpengalaman. Ia ahli di
bidang musik.
Tak mungkin ia salah menilai orang hingga separah itu.


Kemungkinan besar yang terjadi adalah penampilan Elvis
Presley
memang buruk pada waktu itu. Untunglah Elvis tidak
putus asa. Ia
terus berusaha untuk maju. Ia mencapai sukses bukan
karena
kebetulan, tapi karena ia terus berusaha menjadi lebih
baik.

Harris ingin menjadi pemain tenis yang hebat seperti
para idolanya.
Setiap kali melakukan kesalahan, ia mengatakan pada
dirinya bahwa
hal yang sama pasti telah dialami juga oleh para
bintang pemain
tenis. Tak ada manusia yang sempurna. Tidak ada orang
yang tidak
pernah gagal.

Dari setiap kesalahan pukulan, kesalahan langkah, dan
sebagainya,
lahirlah pengalaman yang sangat berharga. Mereka
belajar dari
kesalahan. Dari bulan ke bulan permainan Harris makin
sempurna. Tak
lama lagi ia akan maju ke tingkat Kabupaten.

Noni berjualan aksesoris rambut di sebuah plaza.
Ketika ia mulai
berjualan, ia memasang tulisan "Jepit Rambut. Rp10.000
dapat 7".
Selama beberapa hari tulisan itu dipasang tapi tak ada
orang yang
tertarik untuk membelinya. Memasuki minggu ketiga ia
mulai
menganalisa apa yang harus dilakukannya. Ia kemudian
mengganti
tulisan itu menjadi "Jepit Rambut. Rp10.000 dapat 3".
Betul! Segera
ia memperoleh banyak pembeli.

Rupanya orang kurang tertarik mendapat tujuh jepit
rambut karena
terasa terlalu banyak. Untuk apa membeli tujuh buah
jepit rambut?
Tapi untuk membeli tiga buah jepit rambut, rupanya
banyak orang
merasa masih mau.

Noni belajar dari kesalahan dan kegagalannya sendiri.
Iman belajar
dari kegagalannya sendiri dan keberhasilan orang lain.
Keduanya
memanfaatkan kesalahan dan kegagalan untuk mencapai
keberhasilan.
Never stop learning! You will succeed!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar